Rabu,23 Maret 2011 07:02 WIB

Penulis: Agus Sulis

Harga Mobkas Solo: Mobil Niaga Laris

Foto:

Harga Mobkas Solo: Mobil Niaga Laris


JAKARTA
- Ada penurunan, begitu kira-kira ucapan dari beberapa pedagang mobkas yang dijumpai Tim OTOBURSA. Terkait kondisi sekarang, dimana isu tentang pembatasan BBM bersubsidi, dilanjutkan isu kenaikan BBM santer terdengar belakangan ini.

Singkatnya lebih banyak calon pembeli yang sekadar tanya harga, ketimbang langsung beli atau menunggu saat tepat. Efeknya stok jualan yang keluar sedikit. Karenanya pedagang mesti putar otak menyiasati hal tersebut.

Seperti dilakukan Budi Raharjo, dari Langgeng Mobilindo Pabelan Kartasura. Gerainya menyediakan unit mobil yang dibutuhkan pengusaha seperti pick up. Saat itu ada 3 unit pick up Suzuki Carry yang dijualnya.

“Lebih sebagai kebutuhan bagi kalangan pengusaha dibanding mobil penumpang. Artinya pembeli mau ambil, karena mereka memang butuh sebagai kendaraan kerja. Lainnya lagi berani beli mobil yang jarang diminati,” ujarnya yakin.

Strategi lain mencoba eksis dengan menjual unit mobil dengan harga di bawah Rp 100 jutaan. Tujuannya antisipasi sementara sembari menunggu hasil wacana BBM itu akan seperti apa. “

Pasalnya kalau di atas Rp 100 jutaan bila ada depreasi harga akibat isu BBM itu, dampaknya lumayan terasa,” ucap Gunawan dari Guna Motor Cemani, Solo.

Tambahnya, beberapa merk mobil seperti Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza serta Isuzu Panther masih bisa diharapkan cepat diambil calon pembeli. (mobil.otomotifnet.com)

EDITOR

billy

Top