Senin,11 April 2011 08:04 WIB

Penulis: Agus Sulis

Hmm, Rasanya Duduk Didalam Kabin Honda Brio, Lebih Mungil Dari Nissan March

Foto:

Hmm, Rasanya Duduk Didalam Kabin Honda Brio, Lebih Mungil Dari Nissan March


JAKARTA - Menyaksikan sosok Honda Brio yang dipamerkan pertama kali ke media ASEAN di 32nd Bangkok International Motor Show 2011, di Challenger Impact Muangthong Thani, Bangkok (24/3), menjadi kesempatan emas buat merasakan langsung mobil yang disiapkan sebagai eco car ini. Impresi pertama yang terasa adalah, Brio lebih mungil dari Nissan March.

 3-Tone
Melihat dari dekat, Brio sekilas memang lebih mungil dari kendaraan sekelasnya yang sama-sama bermesin 1.200 cc. Di Tanah Air, kami sebut dengan istilah city hatchback seperti Nissan March atau Suzuki Splash.

 Berdimensi 3.610 x 1.680 x 1.475 mm (P x L x t) dan wheelbase 2.345 mm, sekilas panjang Brio malah mirip dengan Suzuki Karimun Estilo. Tapi lebih rendah dari city car Suzuki tersebut. Untuk lebarnya, kurang lebih kayak March.

 Desain bodi luar yang jadi pusat perhatian, boleh dibilang di bagian depan. Coba lihat engine hood dan moncong hidungnya! Kental dengan desain khas mobil-mobil Honda yang sarat kesan sporty.

Belum lagi, desain bumper dan lubang udara lebar berkelir hitam, serta lampu elips dengan reflektor pisah yang dikelilingi kelir hitam, menambah seram tampang Brio, meskipun mobil mungil.

 Ke belakang yuk! Nah, disini lah keunikan atau boleh disebut keanehan Brio. Lihat deh dari samping, bodi belakang didesain lurus ke bawah, dari atas sampai ke bumper belakang.

Keunikan lain muncul lagi saat melihat segiempat tak beraturan lampu belakangnya. Eits..bentar dulu! Memperhatikan bentuk lampu, warna hitam kaca belakang dan bukaan bagasi belakang dengan cara mengangkat kaca, kok jadi mirip Geely Panda, ya?

 Tampak ramai dengan pemakaian 3 warna(kiri atas). Desain simple tapi sudah ada MID(kiri bawah). Unik sih Unik, tapi kok mirip Geely Panda?(kanan)
Kelamaan mikir mending kita masuk ke dalam. Wuih... ternyata lega juga untuk mobil semungil ini. Buat ukuran tubuh 168 cm bobot 72 kg, cukup nyaman duduk dan menyender di jok model one piece Brio ini.

Model dasbor yang banyak lekukan dan desain lingkar kemudi lebih mirip stir All-New Honda Jazz, terkesan simpel. Namun, agak sedikit tergangu dengan pemakaian tiga warna berbeda (3-tone) dasbor yang malah membuat kesan ramai.

Selain itu, mulai terganggu lagi dengan material yang dipakai untuk menghiasi sebagian dasbor. Tepatnya yang warna cokelat di Brio tipe V A/T yang diduduki. Kesan bahan ‘murahan’ cukup kental kalau diperhatikan dan diraba.

Head unit double DIN yang seakan-akan integrated dengan konsul tengah dasbor juga simpel banget. Kenob pengoperasian AC yang masih pakai sistem putar juga mengesankan bukan mobil-mobil saat ini.

Maklum lah, Brio selain dirancang sebagai eco car, juga dibuat untuk memenuhi segmen low cost car di negara-negara Asia, termasuk ASEAN. Biar harganya terjangkau, maksudnya begitu!

Okelah kalau begitu. Dengan jok sopir yang sudah disetting nyaman saat memegang setir, sekarang pindah ke bangku belakangnya. Terasa cukup lega meskipun masih lebih lapang duduk di bangku belakang Nissan March dan Suzuki Splash. Namun buat mobil sekecil ini, Brio masih unggul ketimbang city car seukurannya.

Seandainya dipasarkan di Tanah Air, bisa jadi kuda hitam baru.

Dua Tipe Satu Mesin
Di Thailand, Brio yang baru diperkenalkan dan dipasarkan ke publik di Bangkok International Motor Show 2011 ini ditawarkan dalam dua tipe; S dan V transmisi manual 5 percepatan dan otomatis CVT.

Namun, di tipe S hanya tersedia pilihan transmisi manual. Sedangakan tipe V ada manual dan CVT. So, ada 3 pilihan varian yang ditawarkan. Warnanya ada enam;   Fresh Lime Metallic, Taffeta White, Cerulean Blue Metallic, Alabaster Silver Metallic dan Crystal Black Pearl.

Perbedaan kedua tipe tersebut, hanya berbeda di fitur yang diusungnya. Misal di tipe V sudah dilengkapi ABS, EBD, dual SRS airbag depan dan pelek alloy 14 inci. Sementara mesin, keduanya sama-sama 4 silinder segaris 1.200 cc SOHC i-VTEC.

Honda mengklaim dapur pacunya itu sanggup menyemburkan tenaga hingga 90 dk (6.000 rpm) dan torsi 109,9 Nm (4.800 rpm). Kalau benar klaim mereka itu, artinya output mesin Brio paling tinggi di antara March dan Splash.

Bahkan, engine-nya itu sudah kompatibel dengan bahan bakar Etanol 20% (E20) yang hanya menenggak bensin 20 liter untuk 1 km.

Berapa harganya? Di Negeri Gajah Putih, Brio S M/T dijual 399.900 Bath (± Rp 119 jutaan), V M/T dilepas 469.500 Bath (± Rp 140 jutaan) dan tipe S A/T dipasarkan 508.500 Bath (± Rp 152 jutaan).

Mahal juga ya?  (mobil.otomotifnet.com)

EDITOR

billy

Jumat,23 Sept 2016 10:30 WIB

Toyota Sienta - Test Drive Review

Senin,19 Sept 2016 15:15 WIB

All New Honda BeAT ESP 2016 - Test Ride

Jumat,9 Sept 2016 13:30 WIB

KUN Bali & Banyuwangi 2016

Top