Senin,6 Mei 2013 16:29 WIB

Penulis: Dimas Pradopo

First Ride Suzuki Shooter 115FI, Wow Ringan!

Foto: Septian

First Ride Suzuki Shooter 115FI, Wow Ringan!


Selain meluncurkan Suzuki Shooter 115FI, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga mengajak kami untuk menjajal bebek injeksi terbarunya ini. Bukan cuma keliling kota Bandung, tapi sampai ke kawah Tangkuban Perahu di Lembang, Jawa Barat.

Konsepnya, Suzuki hendak menunjukan bahwa Shooter 115FI ini punya performa yang baik untuk naik sampai ke atas gunung! Yup, ini adalah bagian dari kegiatan "Melesat Tangguh Taklukan 3 Gunung dan 4 Danau". Tangkuban Perahu jadi salah satu gunung yang ditaklukan Shooter 115FI.

Riding Position Bersahabat

Pertama kali berkenalan dengan motor ini dimulai dari posisi duduknya. Jok tidak terlalu tinggi, kaki rider 165 cm pun mudah menjangkau tanah. Posisi stang yang tidak terlalu rendah membuat posisi duduk jadi lebih santai. Wah, panel indikator di setang nampak besar dan lebar, informasi di dalamnya jadi mudah terlihat.

Di panel indikator ini, informasinya lumayan lengkap. Sampai indikator posisi gigi pun ditampilkan lengkap dari 1 sampai 4. Karena sudah injeksi, indikator kerusakan sistem injeksi pun bisa dipantau dari panel ini.


Yang menarik adalah bobot motornya ini sangat ringan. Kebetulan varian yang dijajal adalah Shooter 115FI SR atau varian tertinggi dengan bobot hanya 94 kilogram. Ketika menggesernya di tempat parkir atau sekedar menahan dengan kaki saat berhenti, terasa ringan. Rasanya cocok untuk pengendara pemula sekalipun.

Langsung putar kunci kontak,eh rumah kuncinya sudah dilengkapi dengan pengaman bermagnet bro! Sesaat setelah tekan tombol electric starter, suara dan getarannya cukup halus. Langsung jalan yuk! Sangat terasa kalau suspensinya menawarkan kenyamanan lebih.

Karakternya lembut dan mampu meredam getaran dengan baik. Jalan rusak di seputaran kota Bandung hingga memasuki kawasan Tangkuban Perahu bisa dilewati tanpa kesulitan. Tapi, ketika boncengan, redaman suspensi belakangnya jadi terlalu empuk, kebetulan bobot yang dibawa ketika berboncengan mencapai 160 kg he..he..hee.. berat juga ya!


Tapi untuk stabilitasnya sih cukup lah untuk bebek. Dicoba belok ketika jarum speedometer menunjuk angka 60 km/jam masih anteng. Toh dalam kondisi standar dan penggunaan sehari-hari, tidak butuh menikung terlalu kencang. Ya kan!

Sedang untuk pengereman, standar saja. Sayangnya jok agak keras, terlebih di bagian belakang. Ketika dibonceng, pantat cepat pegal. Untungnya posisi kaki pembonceng tetap nyaman. Desain foot step boncenger model gantung juga membuat motor ini terlihat makin sporty.

Putaran Bawah Responsif

Satu yang menarik dari motor ini adalah responnya di putaran bawah. Tergolong agresif dan terasa ringan ketika harus stop and go di kemacetan. Sedang di putaran atas, gigi 4-nya punya rasio panjang agar putaran mesin tidak terlalu tinggi dan konsumsi bahan bakar lebih hemat. 

Ketika mendaki Tangkuban Perahu, gigi satu-dua lebih banyak dipakai. Tenaganya cukup kuat membawa tester berbobot 72 kg sampai ke atas. Tapi ketika boncengan (160 kg), gigi satu banyak berperan, bahkan beberapa kali harus menahan mesinnya berteriak di gigi 1 agar motor tetap melaju.


Mesin Shooter 115FI ini benar-benar baru. Powernya diklaim tembus 9,3 PS di 8.000 rpm dan memiliki torsi 9,1 Nm pada 6.000 rpm. Sedang untuk konsumsi bahan bakarnya, diklaim lebih irit hingga 37 persen bila dibandingkan dengan bebek lain. Untuk konsumsi bahan bakar belum bisa dibuktikan, tunggu sesi test ride nya ya!

Kesimpulan sementara, desain yang lebih segar juga mesin yang benar-benar baru memberikan nilai tambah. Konsep mesin dan bodi yang lebih ringan membuat motor yang dijual dalam tiga varian berbeda ini layak jadi penantang yang harus diperhitungkan buat Honda Absolute Revo dan Yamaha Vega ZR!  (motorplus-online.com)

 
Harga (on the road Jakarta):
Suzuki Shooter 115FI : Rp 11,6 juta
Suzuki Shooter 115FI R : Rp 12,45 juta
Suzuki Shooter 115FI SR : Rp 13,25 juta

Spesifikasi Suzuki Shooter 115FI
Dimensi dan Berat
Panjang: 1.910 mm
Lebar: 690 mm
Tinggi: 1.085 mm
Jarak as roda: 1.220 mm
Jarak mesin ke tanah: 145 mm
Berat: 94 kg (SR), 93 kg (R), 91 kg (standar)

Mesin
Jenis: 4 Langkah, SOHC, 2 katup berpendingin udara
Diameter silinder: 51,0 mm
Langkah piston: 55,4 mm
Isi silinder: 113 cc
Daya maksimum: 6,9 kW (9,3 PS) / 8.000 rpm
Torsi maksimum: 9,1 Nm / 6.000 rpm
Sistem pengabutan bahan bakar: Fuel Injection
Sistem starter: Engkol dan Listrik

Transmisi
Transmisi: 4 percepatan konstan
Arah perpindahan gigi: N-1-2-3-4-N

Rangka
Suspensi depan: Teleskopik, pegas ulir, bantalan oli
Suspensi belakang: Lengan ayun, pegas ulir, bantalan oli
Ukuran ban depan: 70/90-17 M/C 38P
Ukuran ban belakang: 80/90-17 M/C 44P
Rem depan: Cakram (SR), Cakram (R), Teromol (standar)
Rem belakang: Teromol (SR), Teromol (R), Teromol (standar)
Velg: Cast Wheel (SR), Jari-jari (R), Jari-jari (standar)

Riding gear: Alpinestars-ProRiders 021-57931965

EDITOR

Dimas Pradopo

Top