Kamis,16 Des 2010 17:09 WIB

Penulis: Agus Sulis

Yuk, Ukur Tegangan Puncak Koil Untuk Cek Kerusakan Pengapian

Foto:

Yuk, Ukur Tegangan Puncak Koil Untuk Cek Kerusakan Pengapian

Jakarta - Yuk, kita akan kupas lebih jauh bagaimana langkah pemeriksaan pada sistem pengapian sesuai prosedur dari pabrikan. Kalau umumnya kita hanya sampai mengukur tahanan koil untuk mengetahui apakah kinerjanya masih bagus atau tidak, maka kali ini kita akan mengukur sampai tegangan puncaknya (peak votage igniton coil). Bahan praktiknya di Honda Absolute Revo 110.



Sebelumnya, yang harus disediakan terlebih dulu multitester, usahakan yang digital biar terbaca lebih akurat, serta peak voltage adaptor/PVA (gbr.1). “Alat ini ada dijual di pasaran,” bilang Sarwono Edhi, technical service training manager PT Astra Honda Motor (AHM) via surat elektronik.

PVA ini dibutuhkan karena tegangan koil yang akan diukur cukup tinggi. Pada Revo, standarnya mencapai 100 V. Jadi tidak bisa langsung pakai multitester, bisa jebol Cuy! Nantinya PVA disambungkan ke mulitester.

 
Sebelum memulai pengukuran, tentunya pastikan dulu kedua alat pengukur tadi bekerja dengan baik atau tidak. Motor juga diparkir pakai standar tengah. Selain itu, sebaiknya pahami dulu diagram sistem pengapian motor (gbr.2) serta mengenali jalur atau warna-warna kabelnya. Cek pula semua sambungan jalur kelistrikan pada sistem pengapian.

“Karena bila ada soket atau sambungan kabel yang kendur, bisa membuat pembacaan yang salah pada alat ukur,” terang Edhi. Jika sudah yakin semua beres, pemeriksaan peak voltage ignition coil (PVIC) bisa dilanjutkan. Dimulai dari melepas busi dan periksa terlebih percikan apinya (busi dalam kondisi terpasang pada kabel busi) dengan cara ditempel ke massa.

Oh iya, untuk memeriksa PVIC, busi harus dalam kondisi baik. Jika percikan apinya sudah mulai lemah atau umur busi telah melampaui batas pemakaian ideal (sekitar 10.000 km), sebaiknya ganti baru. Tapi ingat, pastikan busi pengganti spesifikasinya sesuai anjuran pabrik (NGK CPR6EA-9S / Denso U20EPR9S). Hati-hati jangan sampai dapat busi palsu ya.

Selanjutnya, dalam kondisi busi masih ditempel ke massa, hubungkan kabel peak voltage adaptor (PVA) yang min (-) ke kabel primer koil warna hitam/kuning. Kabel primer koil tetap dalam kondisi terpasang. Sementara kabel PVA yang lain (+) dihubungkan ke massa (gbr.3). Kemudian atur impedansi pada multitester di posisi minimium 10 MΩ/DCV.



Jika sudah, putar kunci kontak di posisi ignition, lalu hidupkan mesin pakai tombol electric starter. Tinggal dilihat deh, berapa tegangan puncak koilnya pada multitester. Jika peak voltage-nya gak sesuai, lakukan pemeriksaan pada beberapa bagian seperti pada peta trouble shooting berikut (gbr.4).

Ingat, saat pengukuran jangan sekali-sekali menyentuh jarum tester ya. Karena kejutan listrik dengan tegangan 100 V lumayan lo! (motorplus.otomotifnet.com)

EDITOR

billy

Top