Sering turing bareng anggota Brigade Motor Senayan (BMS), bikin Suzuki Spin 125 pacuan Fauzan Rakhmat ingin didongkrak tenaga. Cara paling cihuy, ya main bore up dengan menggunakan piston Suzuki Satria F-150.
Piston atau seherSatria F-150 punya diameter 62 mm. Dipadukan dengan stroke atau langkah piston standar Spin 55,2 mm. Kalau dihitung pakai rumus volume silinder, melonjak jadi 166,6 cc.
“Kalau enggak begitu, jadi minder dan tertinggal pacuan anggota lain yang mesinnya rata-rata sudah dimodifikasi,” aku pria akrab disapa Ojan ini.
Cuma, pasang piston Satria F-150 ke setang piston asli Spin tidak bisa langsung plek. “Sebab lubang pen piston Satria F diameternya 16 mm. Sedangkan pen di setang piston Spin hanya 14 mm,” jelas Aldhie Dronnaldie dari bengkel Bike Rider Shop (BRS) yang mengerjakan.
Menurut brother bermarkas di Jl. Swakarsa 1 No. 6, Kalimalang, Bekasi ini, harus main modifikasi. Kudu dibuatkan bosh di pen piston dulu. “Tebalnya 1 mm,” imbuh Aldhie yang dikasih pesan mesin digarap sesederhana mungkin tapi tenaga terdongrak hingga maksimal.
Penyesuaian juga terjadi di bagian puncak piston karena lebih tinggi. “Agar tidak mentok kepala silinder saat di TMA (Titik Mati Atas), harus dipapas 2,5 mm,” jelas Aldhie yang berpenampilan bersih dan selalu kinclong itu.
Sekalian kerja, supaya piston tidak dijitak klep, dibuatkan coakan baru di kepala piston. Caranya bisa menggunakan mesin milling biar rapi gichu.
Aliran gas bakar yang masuk juga ikut diperlancar. Selain lubang porting dipolish, klep masuk-buang adopsi dari kepunyaan Honda Sonic yang berukuran 28 mm (in) dan 24 mm (out).
Termasuk durasi atau waktu bukaan klep yang sudah dibuat lebih lama. Noken as asli profil bubungannya dicustom. ”Noken as standar dibubut bagian pinggangnya. Lalu durasi noken-as dibikin naik 20° dari standar,” terang Aldhie dengan gaya semangat 45-nya.
Suplainya diperbaiki dengan meggunakan karburator Keihin PE 28 punya NSR 150SP. Kombinasi pilot-jet 40 dan main-jet 130, dianggap pas untuk turing yang memang memiliki karakter jalan yang selalu berubah-ubah.
Tenaga besar pun tidak tertahan karena sudah pasang knalpot DBS asal Thailand. Konon kata Aldhie, pipa pelepas gas buang ini sanggup menyalurkan gas bekas agar menjadi lebih lancar dan tetap menjaga turbulensinya.
Kelar ini semua, sekarang atau saat turing, Ojan pun sudah tidak sering tertinggal di barisan belakang lagi. Jangan lupa ngerem, Sob!
DATA MODIFIKASIBan depan : Corsa 90-80/14
Ban belakang : Corsa 90-80/14
Sok belakang : Honda Vario
CDI : XP Andrion
Koil : Andrion 5A